Sambut New Normal, Ketua LKSA Miftahul Ulum Hadiri Rapat Koordinasi LKSA Se Kabupaten Lumjang

Senin (8/6/2020) Ketua LKSA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul menghadiri Rapat Koordinasi Fasilitasi Pemulangan Santri dan Anak Asuh ke lembaga LSKA Masing-masing, Se Kabupaten Lumajang.

Bertempat di ruang Narya Kirana Lantai III Pemkab. Lumajang, kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupatan Lumajang dr. Bayu Ignasius Wibowo, Asisten Pemerintahan Setda Lumajang Imam Suryadi, dan Bapak Agus Budihartono Kepala Sub. Agama Setda Bagian KESRA Pemkab. Lumajang

Kegiatan ini merupakan sosialisasi protokol kesehatan bagi para pengurus LKSA Se Kabupaten Lumajang dalam rangka menyongsong tatanan hidup baru atau lebih dikenal dengan new normal dan masa kembali anak asuh ke LKSA masing-masing se Lumajang.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang menyampaikan pedoman New Normal /Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Pondok Pesantren/ LKSA. Mulai dari persiapan, penyediaan sarana prasarana dan protokol kesehatan bagi anak asuk dan para pengelola serta asatidz.

Ketua LKSA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, M. Fathur Rosi, SH saat ditanya kesiapan LKSA Miftahul Ulum menyampaikan ” LKSA Miftahul Ulum sudah siap untuk melaksanakan protokol ini, sarana kita sudah siap Insya Allah menyambut para anak asuh/santri.”

Lebih lanjut laki-laki yang biasa disapa ustadz Fath menyampapaikan “Kami dan Pengurus Pesantren, Poskestren sudah melakukan koordinasi mulai ahkhir ramadhan kemarin dan kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak antara lain : Poskestren Miftahul Ulum, Pukesmas Jatiroto”

Berikut adalah materinya:

Protokol kesehatan santri / anak asuh kembali

Kepondok pesantren / lksa menuju new normal

  1. SARANA PRASARANA PONDOK PESANTREN/LKSA
  2. Sosialisasi pencegahan covid-19 melalui spanduk/x-banner yang dipasang di depan Pesantren/LKSA dan  tempat strategis di lingkungan Pesantren/ LKSA.
  3. Menyediakan alat pengukur suhu (thermogun) untuk melakukan proses skrining kesehatan sebelum  memasuki lingkungan Pesantren/LKSA.
  4. Menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun di depan ruang kelas masing-masing dan tempat strategis lainnya sesuai kebutuhan.
  5. Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana Pesantren/ LKSA, laboratorium, ruang ibadah secara periodik.
  6. Menyediakan masker cadangan (bagi seluruh warga pesantren/ LKSA yang membutuhkan)
  7. Optimalisasi fungsi klinik kesehatan Pesantren/ LKSA beserta perlengkapannya.
  8. Mengatur jarak tempat belajar/mengaji dengan jarak minimal 1 meter antara santri/           anak asuh.
  9. Meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara umum/bersama (karpet, sajadah, mukena, sarung dan lain- lain).
  10. Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana Pesantren/ LKSA secara periodik setelah penggunaan bersama.
  • PERSIAPAN SANTRI / ANAK ASUH  DARI RUMAH  MENUJU PONPES / LKSA :
  • Sebelum santri kembali ke Ponpes / LKSA, hendaknya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing ,(tidak boleh keluar rumah)  minimal 14 hari.
  • Selama di rumah  menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan :
  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir
  • Minum Vitamin C
  • Istirahat yang cukup
  • Perbanyak makan makan yang bergizi dan buah yang mengandung vitamin C
  • Sebelum masuk ke Ponpes / LKSA (H-1) harus memeriksakan kesehatan di puskesmas daerah masing-masing.
  • Santri yang kembali ke Ponpes / LKSA harus sehat walafiat dengan membawa surat keterangan sehat yang diterbitkan oleh puskesmas setempat
  • Membawa peralatan makan minum sendiri, sebaiknya sendok lebih dari satu dan diberi nama
  • Membawa vitamin C, madu dan nutrisi untuk ketahanan tubuh selama sebulan
  • Membawa masker minimal 6 buah dan  hand sanitizer
  • Membawa sajadah tipis yang ringan dan mudah dicuci.
  • Memperhatikan peraturan mengenai Protokol Penggunaan sarana transportasi atau bagi santri, anak asuh dan wali pengantar dianjurkan menggunakan kendaraan pribadi/sewa bukan kendaraan angkutan umum.
  • Jika menggunakan kendaraan umum/antar jemput roda 4, menerapkan prinsip jaga jarak. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu keluarga (satu Kartu Keluarga)
  • Selama perjalanan diharapkan tidak mampir-mampir, langsung menuju ke Ponpes / LKSA.
  • Pengantar /wali santri tidak masuk asrama.
  • Wali santri yang akan mendaftarkan putra putrinya ke Pesantren/ LKSA harus memakai masker dan  mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19.
  • Pengantar dan Penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar Ponpes / LKSA, serta dilarang menunggu atau berkerumun selama mengantar atau menjemput.
  • KEGIATAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN / LKSA
  • Tidak bersalaman dengan pengasuh, guru dan teman selama masa pandemi belum dinyatakan berakhir
  • Menjaga jarak saat berinteraksi, sholat/beribadah, belajar dan tidur
  • Selalu menggunakan masker selama berinteraksi dengan orang lain, sering cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir dan  selalu  menyiapkan hand sanitizer
  • Mengkonsumsi vitamin C, E, madu dan makanan/minuman bergizi setiap saat untuk menjaga imunitas tubuh.
  • Tidak makan dan minum di satu wadah bersama-sama dan tetap mengikuti protokol kesehatan
  • Hanya menggunakan pakaian, handuk, peralatan mandi, peralatan ibadah dan kasur sendiri
  • Setelah santri/anak asuh masuk ke Pondok Pesantren/ LKSA, maka Pondok Pesantren/ LKSA melakukan pembatasan keluar masuk Pondok Pesantren/LKSA sampai kondisi normal kecuali keadaan kedaruratan kecuali untuk kepentingan khusus dengan persetujuan pengasuh.
  • Walisantri/keluarga tidak diperkenankan menjenguk selama pandemi belum berakhir. Jika terpaksa harus dijenguk harus ada persetujuan dari pengasuh santri/ LKSA dan agar menerapkan protokol COVID-19
  • Melaporkan santri yang sakit kepada pengurus pondok dan segera dikonsultasikan ke petugas kesehatan atau puskesmas agar segera mendapatkan penanganan.
  • Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar lingkungan pesantren/ LKSA.
  1. Melaksanakan kegiatan rutin istighozah dan doa bersama terkait kondisi saat ini serta melaksanakan kegiatan olahraga dan berjemur ( + 10menit ) dalam aktivitas Ponpes / LKSA dengan kondisi memakai masker dan sering cuci tangan.
  2. Baik Ponpes / LKSA hendaknya selalu rutin melaksanakan kontrol kesehatan baik di Puskesmas atau POSKESTREN bagi Pondok Pesantren yang sudah membentuk
  • PROTOKOL USTADZ, USTADZAH, PENGELOLA DAN PENGASUH
  • Selalu menggunakan masker saat berkegiatan di pondok pesantren/ LKSA.
  • Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan
  • Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu.
  • Melaporkan kepada Pengasuh jika merasa sakit atau tidak enak badan
  • Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar Ponpes / LKSA
  • Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara  langsung maupun tidak langsung.
  • Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah yang ada di pesantren/ LKSA.
  • Selama mengajar ustadz/ustadzah tetap menjaga jarak dari santri dan tidak mobile (tidak berkeliling kelas/mendekati santri/anak asuh).
  •  Tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari ustadz/ustadzah, santri/anak asuh menggunakan bahan/kertas kerja milik sendiri