Rencana Pengasuhan

MATRIK PERENCANAAN PROGRAM


• Input
Penerima manfaat (anak yatim piatu/yatim/terlantar/Dhuafa), difasilitasi dan dimotivasi program pengasuhan pendampingan langsung dengan diberikan pendidikan formal : SD,SMP,SMA/K, dan non formal : Madrasah Diniyah dan Pendidikan Al-Qur’an dan bagi yang berminat serta berprestasi diberikesempatan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi

• Proses

  1. Diberikan Pendidikan Non Formal : olah raga, life skill, keagamaan, budi pekerti dengan aspek kemitraan pengelola sangat terbantu dalam menyelesaikan masalah dalam berbagai bidang
  2. anak belajar memecahkan masalah sendiri dengan didampingi pengasuh
  3. Anak terlibat langsung dalam kegiatan sosialisasi di masyarakat

• Out put
Anak memiliki IMTAQ, IPTEK mandiri, terampil dapat memiliki pekerjaan dan ber-AKHLAK AL-KARIMAH

_______________________

Program Rencana Pengasuhan Anak

NOASPEKTUJUANKEGIATAN
 1Pendidikan1. Memberikan pendidikan formal dan non-formal kepada anak-anak.
2. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik serta keterampilan belajar anak-anak.  
1. Bimbingan Belajar: Mengadakan kelas tambahan untuk mata pelajaran utama seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam.Pendidikan Non-Formal:
2. Mengadakan pelatihan keterampilan seperti komputer, kerajinan tangan, dan seni.
3. Kerjasama dengan Sekolah: Memastikan anak-anak terdaftar di sekolah lokal dan memonitor perkembangan akademik mereka melalui komunikasi rutin dengan guru.
 2Kesehatan1. Menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik anak-anak.
2. Mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga kesehatan diri.
1. Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menyediakan akses ke pemeriksaan kesehatan berkala oleh dokter atau petugas kesehatan.Kampanye Kesehatan:
2. Mengadakan seminar atau workshop tentang kebersihan, gizi, dan kesehatan reproduksi.
3. Olahraga Teratur: Mengadakan kegiatan olahraga mingguan seperti sepak bola, basket, atau senam.
 3Kesejahteraan Emosional dan Psikologis1. Menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan emosional dan psikologis anak-anak.
2. Memberikan dukungan konseling bagi anak-anak yang mengalami trauma atau kesulitan emosional.  
1. Konseling Individu dan Kelompok: Menyediakan sesi konseling dengan psikolog atau konselor terlatih.Aktivitas Ekspresi Diri:
2. Mengadakan kegiatan seni seperti melukis, bermain musik, atau menulis untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka.
3. Pelatihan Mengelola Emosi: Mengadakan workshop tentang teknik-teknik mengelola stres dan emosi.
 4Keterampilan Hidup1. Mempersiapkan anak-anak untuk menjadi individu mandiri yang mampu mengelola kehidupan mereka sendiri.
2. Mengajarkan keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan.  
1. Pelatihan Keterampilan Hidup: Mengajarkan keterampilan dasar seperti memasak, mengelola keuangan, dan perawatan diri.Kegiatan Kreatif:
2. Mengadakan workshop kerajinan tangan dan keterampilan teknis yang dapat menjadi sumber penghasilan.
3. Program Magang: Bekerjasama dengan bisnis lokal untuk menyediakan kesempatan magang bagi anak-anak yang lebih tua.
 5Pengawasan dan Evaluasi1. Memastikan program pengasuhan berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan dan penyesuaian.  
1. Evaluasi Rutin: Mengadakan evaluasi triwulanan untuk menilai efektivitas program.
2. Laporan Perkembangan Anak: Menyusun laporan perkembangan individu setiap anak yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan emosional.
3. Pelibatan Orang Tua/Wali: Mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua atau wali untuk membahas perkembangan anak dan mendapatkan masukan.